Mereka yang Berpulang di Tengah Pandemi
Doa terbaik untuk bapak, ibu, mbah, warga yang pernah mengalami kusta, yang meninggal di tengah merebaknya Covid-19 di Indonesia. Sebagian dari mereka berpulang karena Covid-19, sebagian lainnya meninggal sebelum mendapatkan layanan medis yang meadai untuk penyakit mereka. Mereka yang berpulang;
Pak Jali (warga di Nganget), Mbah Usreg (warga di Nganget), Mbah Saodah (warga di panti Nganget), Pak Pur (warga di panti Nganget), Pak Asan (warga di Nganget), Ibu Nur Juwariyah (warga di Donorojo), Ibu Suryani (warga di Donorojo), Ibu Astutik (warga di Sumberglagah), Ibu Sri (warga di Sumberglagah), Pak Mulyono (warga di Sumberglagah)
Almh. Mbah Usreg (tahun 2016)
Almh. Pak Pur dan Almh. Bu Hasumi (tahun 2015)
Almh. Mbah USaodah (tahun 2017)
Dalam 10 tahun perjalanan kita mengadakan Work Camp di desa-desa rehabilitasi kusta, tidak terhitung berapa banyak volunteer yang telah menjumpai mereka. Menyapa, mengunjungi rumah atau bangsal mereka, menemani mereka beraktivitas, saling tukar cerita, atau hanya sekedar mendengarkan mereka.
Tak sedikit dari kita yang mendapatkan pelajaran dari cerita mereka, merasa senang saat tertawa bersama mereka, dan merindukan momen kebersamaan dengan mereka.
Bapak, Ibu, Mbah tersebut telah merasakan berbagai stigma dan diskriminasi dari masyarakat, hanya karena mereka pernah mengalami kusta.
Perjalanan hidup mereka setelah mengalami kusta tidaklah mudah, beberapa dari kita pernah melihat mereka menyeka air mata ketika menceritakannya.
Kita tidak akan pernah tahu apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan di detik-detik terakhir mereka. Beliau telah melewati berbagai penolakan, cibiran, dijauhi, didiskriminasi dalam hidupnya. Semoga pertemuan kita selama Work Camp akan menjadi salah satu kenangan baik, yang mereka ingat di detik-detik terakhir hidup mereka.
Sepuluh tahun perjalanan kita, melaksanakan Work Camp, melakukan sosialisasi di tempat umum maupun melalui perkuliahan, namun apa yang kita lihat selama ini belum seluruhnya.
Apa yang kita lakukan saat ini, bisa menjadi awal untuk mengurangi stigma dan diskriminasi kusta. Karena mereka berhak untuk mendapatkan lebih banyak perlakuan dan hal-hal baik dari masyarakat untuk mereka kenang.